Bandung, 8 Januari: Berangkat atau Tidak?

Bandung, 8 Januari: Berangkat atau Tidak?

- in BJ News, Opini

BonekJabodetabek.com | Sebagaimana diketahui, Ketua PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia), Edy Rahmayadi di media bola.com mengatakan, “Kalau Bonek datang ke Bandung, Persebaya saya coret.” Seusai pertemuan dengan pengurus Persebaya Surabaya dan Bonek Mania di Gedung Graha Pena, Surabaya, Rabu (28/12/2016).

Pernyataan itu dia lontarkan karena beranggapan Bonek tidak ada kaitannya dengan kongres yang akan berlangsung. Menurut Edy Rahmayadi, hanya pihak yang berkepentingan saja yang seharusnya hadir di Bandung –lokasi Kongres Tahunan PSSI pada 8 Januari 2017.

Tentunya hal ini menjadi sangat dilematis bagi Bonek. Antara berangkat ke Bandung atau mengurungkan niat tersebut. Oleh karena itu, memang perlu dipikirkan matang-matang segala konsekuensi dari tiap keputusan. Jika berangkat, konsekuensi terburuk seperti yang diucapkan Edy Rahmayadi adalah pembahasan Persebaya akan dicoret dari Kongres Tahunan PSSI.

Namun, sebenarnya kita bisa mempertanyakan hal tersebut. PSSI bekerja sesuai statuta dan hukum di Indonesia atau tidak? Karena tidak ada hubungan antara kedatangan Bonek dengan penyelesaian permasalahan Persebaya.

Permasalahan Persebaya memang harus diselesaikan oleh PSSI, karena sebagai induk sepakbola di Indonesia, mereka harus tunduk dengan hukum di Indonesia.

Persoalan Persebaya, sudah clear and clean, secara hukum sudah ada putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap bahwa PT. Persebaya Indonesia (PTPI) adalah yang berhak memegang hak merek Persebaya. PTPI pun adalah badan hukum yang dibentuk oleh klub Persebaya dan telah didaftarkan sebagai badan hukum yang menaungi Persebaya sejak bergulirnya ISL tahun 2009, yang tentunya badan hukum ini tercatat di PSSI, AFC maupun FIFA. Sehingga tidak ada lagi ‘dualisme’ atas klub Persebaya. Tinggal ketok palu saja, Persebaya akan bermain di level berapa, tentunya setelah melalui kajian yang sesuai statuta.

Pelarangan Bonek menuju ke Bandung juga berbahaya bagi demokrasi. Upaya pembungkaman terhadap penyampaian aspirasi tentunya akan mencederai demokratisasi yang telah dicapai Indonesia sampai dengan saat ini. Seseorang atau kelompok tak berhak untuk dilarang bepergian ke manapun secara legal apalagi tidak melanggar hukum.

Kekhawatiran apabila Bonek berulah selama di Bandung tentunya harus ditepis. Merujuk pada Gruduk Jakarta Part 1 dan 2, meskipun menyampaikan aspirasi di kota yang dikenal sebagai rival, Bonek bisa menyampaikan aspirasi dengan tidak melanggar hukum atau menimbulkan keresahan. Apalagi sekarang kongres berlangsung di Bandung yang bagai rumah kedua bagi Bonek. Persaudaraan antara Bonek dan Bobotoh tentunya akan menjadi pertimbangan Bonek apabila akan berulah di Bandung.

Pak Edy Rahmayadi selaku Jenderal aktif seyogyanya arif dan bijak dalam menanggapi kedatangan Bonek ke Bandung. Ketika bertugas sebagai Ketua PSSI tentunya juga harus memisahkan tugas dan fungsinya sebagai militer aktif. Dalam mengelola sepakbola tidak seperti militer yang bisa satu komando dengan satu perintah. Sepakbola melibatkan banyak unsur stakeholder di dalamnya, yang kadang kala tidak bisa satu suara. Mulai dari federasi, pemerintah, pemain, klub dan suporter. Sehingga jika dikatakan Bonek tidak punya kepentingan terhadap hasil dan agenda kongres tentu juga tidak tepat. Sebagai salah satu stakeholder dalam sepakbola, Bonek punya kepentingan terhadap Persebaya yang akan dibahas di kongres.

Jika Bonek tidak berangkat ke Bandung, tidak ada jaminan juga Persebaya akan mendapatkan keputusan yang adil dari kongres yang akan berlangsung. Meskipun Edy Rahmayadi telah menjamin, keputusan tetap berada di tangan voters. Sebagai contoh, exco yang lalu yaitu Tony Apriliani memberikan jaminan di atas selembar kertas yang bermaterai bahwa permasalahan Persebaya akan diselesaikan di Kongres PSSI tanggal 10 November 2016. Namun kenyataannya, voters memilih tidak menyelesaikannya.

Pastinya Bonek tidak akan berangkat ke Bandung apabila sebelum tanggal 6 Januari 2017, sudah ada putusan/jaminan dari PSSI bahwa Persebaya haknya sebagai anggota PSSI dikembalikan. Tentu Bonek akan menyambut dengan suka cita tanpa perlu ke Bandung.

Jika boleh menyampaikan pendapat, sebagai jalan tengah, Bonek tetap berangkat ke Bandung namun hanya perwakilannya saja, tentunya semuanya harus dikomunikasikan kepada Edy Rahmayadi dengan baik. Sehingga tak ada yang akan merasa dikalahkan atau terkalahkan. Tentu saja pendapat saya ini juga akan menuai pro dan kontra.

Pertimbangan saya, jika Bonek tidak berangkat ke Bandung tidak ada jaminan dari PSSI mengenai nasib Persebaya. Sedangkan jika berangkat, konsekuensi terburuk adalah Persebaya tidak dibahas di kongres. Pak Edy tentunya punya pertimbangan lain melarang Bonek datang ke Bandung. Namun, jika hanya perwakilan mungkin bisa dipertimbangkan kembali.

Kembali lagi, berangkat atau tidak berangkat ke Bandung harus dimusyawarahkan lebih lanjut dengan menimbang segala konsekuensinya. Manajemen Persebaya, Jawa Pos selaku calon pengelola Persebaya, dan Bonek harus duduk satu meja. Apapun keputusannya, harus kita hormati bersama. Jangan sampai ada riak-riak di kalangan Bonek sendiri terkait dengan putusan tersebut dengan segala konsekuensi yang dihadapi yang membuat perpecahan di internal Bonek.

-Bonek Bersatu untuk Satu Persebaya-

Baca Juga

Pertandingan Senin-Kamis Berpotensi Mematikan Klub Liga 2

BonekJabodetabek.com | Dari kabar yang beredar, pertandingan di