Mengenal Super Mom Bonek Jabodetabek

Mengenal Super Mom Bonek Jabodetabek

- in BJ News
Mak Siti.

BonekJabodetabek.com | Bonek Jabodetabek adalah salah satu komunitas Bonek yang berada area ibu kota Jakarta, dan untuk menyambut Hari Perempuan Internasional (8 Maret) mari kita berkenalan dengan “super mom” dari Bonita Jabodetabek.

Ditemui kru BonekJabodetabek.com di sela-sela kesibukannya, dua wanita cantik menceritakan bagaimana mereka menjadi seorang Bonita.

– Sebelumnya tolong perkenalkan dulu nama Anda?

Siti: Nama lengkap saya Siti, biasa dipanggil teman-teman dengan Mak Siti, asli Surabaya dan sekarang bekerja sebagai profesional di perusahaan asing.

Niken: Kalo saya Niken Oktaviani, dipanggil Teteh oleh teman-teman, lahir dan besar di Jakarta, sekarang bisnis online sambil membesarkan putri saya.

– Sepakbola adalah olahraga yang identik dengan laki-laki, mengapa Anda menyukainya?

Siti: Alasan tepatnya, saya sebenarnya tidak tahu karena apa, seperti halnya orang jatuh cinta, kadang di luar logika 😀
Yang jelas ada semangat yang beda di sana, ada aura yang saya sendri tidak bisa menjelaskan.

Niken: Simple sih, karena sepakbola olahraga yang menjunjung kekompakan, dan sebenarnya semangat tersebut bisa kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak klub sepakbola di dunia, bahkan di Indonesia sendiri ada ratusan, mengapa kemudian memilih Persebaya?

Siti: Saya lahir dan besar di Surabaya, pastinya Persebaya sudah saya kenal dari kecil, Persebaya juga tim besar, legendaris, penuh sejarah, dan juga memberi warna di persepakbolaan Indonesia dengan segala macam prestasi dan kontroversinya, dan banyak lagi alasan lainnya, intinya saya sendiri tidak menemukan alasan kenapa saya tidak suka dengan Persebaya.

Niken: Karena cinta, tidak bisa kasih alasan, dan tidak ada alasan lain.. hehe…

Lalu kapan aktif sebagai seorang suporter?

Siti: Aktifnya seseorang ditandai dengan apa? Selalu mengikuti berita? Selalu hadir di pertandingan? Ikut langsung mendukung, ikut kegiatan yang berhubungan dengan suporter? Kalo indikasi keaktifan seperti itu berarti bisa dibilang saya “wong wingi sore”, belum lama, makanya saya punya pemikiran saya harus kejar kekurangan saya dengan banyak belajar, misal membaca buku atau tulisan seseorang, langsung belajar di stadion dengan suporter yang lain, ikut komunitas. Tapi kalau hanya sekadar melok-melokan tok (ikut-ikutan saja), dari SMP wes sekadar membahas dan memperbincangkan dengan teman sekolah, karena untuk langsung hadir di stadion belum berani, image buruk Bonek dan pengalaman buruk dengan Bonek sangat-sangat menghantui, namun setelah terlibat langsung di dalamnya, saya rasa penilaian orang tentang Bonek salah, Bonek terus berupaya berubah menjadi lebih baik.

Niken: Sekitar tahun 2010, ketika saya intens mengikuti perkembangan Persebaya dan kemudian mengenal kawan-kawan BJ, yang kemudian bisa hadir langsung di stadion, pengalaman yang luar biasa saat itu.

Niken.

– Bagaimana reaksi keluarga/teman ketika tau Anda menjadi seorang suporter khususnya Bonita?

Siti: Keluarga di awal tidak mendukung tetapi tidak melarang, terutama suami (bukan orang Surabaya) yang sepertinya anti banget… Klo saya ajak kumpul-kumpul aja gak mau gabung apalagi untuk hal lebih lainnya, tapi Alhamdulillah sekarang mendukung semua walaupun suami belum mau diajak ke stadion langsung tapi sudah pakai atribut Bonek terus lho sekarang. Kalau anak udah ketularan, orangtua baik-baik aja asal tau batasannya, adik Bonek juga yang kadang nonton bareng, kalau teman yang baru kenal, apalagi teman kerja kadang kaget secara kalau kerja kan saya beda banget 😊, tapi habis itu fine-fine aja, bos juga mendukung asal tidak meninggalkan kewajiban kerja, bahkan bos yang nyuting aku waktu bikin video untuk ditayangkan pas pertandingan “Homecoming Persebaya” di GBT pakai kamera Beliau yang mahal bingit… Luar biasa kan…

Niken: Pertama sih pada marah, sebel dan nggak suka.. haha.. tapi itulah tantangannya, jadi saya harus membuktikan menjadi suporter sepakbola khususnya Bonita bukanlah hal buruk, terbukti bisa dilihat sekarang, yang akhirnya meracun ke keluarga..hihi.. Adik saya juga suka sepakbola dan kadang ikut kegiatan suporter..

– Apa moment paling berkesan saat mendukung Persebaya?

Siti: Semua momen berkesan bahkan aku sering simpan dan tempel tiket pertandingan atau tiket pesawat, memang norak banget… Tapi itu bisa buat cerita cucu nanti 😁 hehe…

Niken: Saat ikut aksi Gruduk Bandung awal tahun 2017, secara saya datang bersama suami dan anak saya yang batita bareng rombongan kawan-kawan BJ, kemudian corteo dari alun-alun sampai GOR Padjajaran yang ternyata jauh bingit.. Alhamdulillah pengorbanan tersebut dibayar dengan bangkitnya Persebaya kembali.

– Apa yang dirasakan setelah menjadi Bonita?

Siti: Kalau perasaan biasa aja seperti suporter yang lain, karena kita gak perlu merasa sok yang ujungnya dukungan kita gak murni buat tim kesayangan, tapi cuma buat cari sensasi (kalau mau cari hits aja sini gue ajarin tanpa mengganggu aktivitas pemain 😎) tapi karena aku cewek dan sudah ibu-ibu rasanya memang agak beda, karena banyak hal yang harus dipikirkan, misal waktu buat keluarga, keuangan, dll.

Niken: Yang pasti makin banyak teman dan kenalan baru, karena Bonek hampir ada di seluruh wilayah Indonesia dan hidup makin berwarna.

– Siapa pemain idola di Persebaya?

Siti: Ada beberapa pemain lama, seperti Mursyid Effendi, Khairil Anwar, Jacksen F. Tiago, tapi yang utama Bejo Sugiantoro.

Niken: Kalo saya, Andi Oddang.

Sip, terimakasih atas wawancaranya, dan semoga sampek elek, sampek tuwek mendukung Persebaya.

Baca Juga

Usut Tuntas Kematian Micko Pratama

BonekJabodetabek.com | Micko Pratama, remaja yang akan genap