Persebaya Surabaya

Formed 1927
Ground Gelora Bung Tomo
Capacity 55.000
Address Pakal No.37, Babat Jerawat, Pakal, Kota SBY, Jawa Timur 60197, Indonesia
Ground Info Stadion Gelora Bung Tomo adalah sebuah stadion serbaguna di Surabaya, Indonesia yang merupakan bagian dari kompleks olahraga Surabaya Sport Center. Stadion ini dibuka pada 6 Agustus 2010. Keseluruhan komplek olahraga sedang dibangun. Stadion ini digunakan untuk pertandingan sepakbola dan menjadi basis baru bagi Persebaya Surabaya. Stadion Gelora Bung Tomo dapat menampung 55.000 penonton. Stadion ini adalah stadion kelas dunia dan layak untuk menyelenggarakan Piala Dunia. Tapi letak yang dikelilingi oleh tambak membuat stadion ini terlihat tidak elit.
Honours Juara Perserikatan
(1941, 1950, 1951, 1952, 1975, 1987)
Juara Liga Indonesia 1997
Juara Liga Indonesia 2004
Juara Divisi Utama 2013
Juara Piala Gubernur Jawa Timur 2006

Persebaya Surabaya yang sempat mengubah namanya menjadi Persebaya 1927 adalah sebuah klub sepakbola profesional di Indonesia yang berbasis di Surabaya. Berdiri pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB), Persebaya sudah malang melintang di kancah sepakbola Indonesia. Sempat dibekukan oleh PSSI dan disahkan kembali oleh PSSI sebagai anggota di Kongres Tahunan PSSI di Bandung, 8 Januari 2017.

Setelah dilaksanakannya RUPS pada 7 Februari 2017, kini 70 persen saham Persebaya Surabaya dimiliki oleh Jawa Pos Group melalui anak perusahaanya yaitu PT. Jawa Pos Sportainment. Sedangkan 30 persen lainnya dimiliki oleh 20 klub anggota Persebaya yang tergabung dalam Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP).

Sejarah Berdiri

Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Jun 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.

19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.

Ketika beralih dari penjajahan Belanda ke Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan oleh Persis Solo. Akhirnya, pada 1943, SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepakbola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.

Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta. Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990.

Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada 1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika 2005, Green Force kembali merebut gelar juara. Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu. Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya.

Matches against Persebaya Surabaya

  • 0 games
  • 0 wins
  • 0 draws
  • 0 losses