Nanik Setyowati, Doktor yang Bangga Jadi Bonek

Nanik Setyowati, Doktor yang Bangga Jadi Bonek

- in Kliping
Nanik Setyowati, seorang doktor yang bangga jadi Bonek. (foto: jurnalindonesia.net)
Nanik Setyowati, seorang doktor yang bangga jadi Bonek. (foto: jurnalindonesia.net)

BonekJabodetabek.com | BONEK ternyata mengundang perhatian khusus Dr Dra Rr Nanik Setyowati Msi. Dosen perempuan ini sengaja memilih suporter Persebaya itu sebagai bahan disertasinya untuk meraih gelar S3 (doktor) dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Hasilnya? lulus cum laude.

Desertasi dosen pada jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (PMP-KN) Prodi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berjudul ‘Perilaku Kekerasan Suporter Bonek dalam Prespektif Subkultur Kekerasan’ di Fisip Unair itu membuatnya lulus cum laude dengan IPK 3.93.

Desertasi yang dipromotorori Prof dr Mustaih Madhud MS dan Copromotor Prof dr L Dyson MA mendapat nilai A. Penelitiannya tentang bonek membawa Nanik Helmi dinyatakan sebagai mahasiswa terbaik. “Alhamdulillah. Saya sering melihat Persebaya dengak kakak-kakak saya dulu dan merasakan kehangatan dengan menjadi bonek,” aku Nanik yang populer dengan sebutan ‘doktor bonek’.

Pada penelitiannya, bonek yang asli sangatlah tulus dalam berkawan. Kelompok suporter yang diidentikkan dengan kerusuhan dan kekerasan, menurutnya punya satu misi. Hanya ingin mensuporteri klub kebanggaannya saat berlaga di lapangan hijau. Tidak ada motif lainnya. ”Ini kalau Bonek yang benar-benar asli ya. Bukan sekadar bonek-bonekan. Bonek itu tulus dalam mensupport,” kata ibu dua anak yang mengaku punya sahahabat akrab dengan sejumlah Bonek itu.

Berkat kedekatannya dengan sejumlah bonek itulah, Nanik tahu, jika Bonek dalam hal urunan atau patungan tidak lagi hitung-hitungan. “Makanya dengan desertasi saya itu, saya ingin mengubah citra bonek yang negatif menjadi positif. Mereka ini juga merupakan aset bangsa,” ungkapnya.

Di samping itu, berkat penelitiannya itu pula Nanik juga paham, mengapa Bonek hingga kini tetap memilih Persebaya yang bermarkas di Karanggayam. Meski klub bola yang dilahirkan pada 18 Juni 1927 tidak pernah bisa merumput di lapangan hijau karena dipolitisasi.

Nanik menginginkan, Persebaya bisa kembali seperti di era 1989 lalu. Kala Persebaya dipimpin Dahlan Iskan. Bukan untuk memuji mantan menteri BUMN, jika Nanik berobsesi demikian. “Bonek adalah suporter bola pertama di Indonesia yang teroganisir dengan baik dan profesional,” kata Nanik.

Tidak itu saja. Saat mengejar gelar Master (S2) di Fisip UGM, Nanik Helmi juga sudah menulis tesis tentang bonek. Kala itu, Nanik menulis tentang ‘Agresivitas Remaja dalam Sepakbola dan Pengaruhnya terhadap Ketahanan Wilayah’ di tahun 2000. Subyek penelitian Nanik adalah masyarakat yang tinggal di wilayah ring 1 dan ring 2 Stadion Gelora 10 November, home base Persebaya. “Saya tidak malu dipanggil Doktor Bonek. Karena saya cinta dan ingin membuat mereka lebih baik lagi,” tambah dosen yang dikenal sabar dan telaten dalam mengajar itu.

Sumber: http://puanpertiwi.com/index.php/puan-parlemen/5553-dr-rr-nanik-setyowati-msi-bangga-jadi-doktor-bonek

Baca Juga

Bajol Ijo Sukses Terkam Ayam Kinantan di Surabaya

BonekJabodetabek.com | Persebaya Surabaya memetik poin sempurna saat