Piala Kemerdekaan dan Eksistensi Persebaya

Piala Kemerdekaan dan Eksistensi Persebaya

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Sebagaimana diketahui, Tim Transisi bentukan Kemenpora akan menggulirkan Piala Kemerdekaan yang awalnya akan kickoff pada 1 Agustus 2015, namun diundur menjadi 2 Agustus, yang diikuti oleh 24 Klub. Publik dan Bonek pada awalnya menduga Persebaya (1927) juga akan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Namun pada akhirnya, Persebaya bukan merupakan peserta Piala Kemerdekaan.

Menyikapi hal tersebut, pendapat Bonek terbelah. Ada yang menginginkan Persebaya ambil bagian dalam Piala Kemerdekaan, dan ada juga yang menginginkan menyelesaikan semua persoalan sebelum mengikuti turnamen atau kompetisi.

Pendapat pertama, mayoritas berpendapat inilah saat yang tepat Persebaya bangkit setelah hampir 3 tahun mati suri. Rezim PSSI sedang dalam kondisi goncang karena tidak diakui pemerintah dan dibekukan FIFA. Kebijakan pemerintah yang menginginkan sepakbola menjadi lebih baik selaras dengan aspirasi Persebaya dan juga Bonek. Kesempatan juga tak akan datang dua kali, apalagi ini hanyalah turnamen dan bisa sebagai test case seberapa tangguh Persebaya dalam menghadapi tekanan dari rezim PSSI, meskipun coba dimatikan namun tetap eksis dengan bisa mengikuti turnamen.

Pendapat kedua, didasari bahwa saat ini masih banyak persoalan yang membelit Persebaya. Mulai dari tunggakan gaji pemain dan official, permasalahan pengakuan dari federasi, dan juga permasalahan legalitas karena saat ini ada dua badan hukum yang menggunakan Persebaya sebagai nama klub. Untuk masalah legalitas sekarang sedang diselesaikan melalui perkara perdata di Pengadilan Negeri Surabaya, yang harapannya jika perkara ini dimenangkan otomatis pengakuan dari federasi segera didapatkan. Sedangkan untuk masalah gaji pemain dan official, rekan-rekan Bonek juga terus menuntut kepada manajemen agar segera diselesaikan. Setelah semua permasalahan itu diselesaikan, barulah Persebaya membangun tim dengan tata kelola yang baik dan mengikuti kompetisi.

Pada akhirnya, semua keputusan ada di tangan manajemen, Persebaya tidak mengikuti turnamen Piala Kemerdekaan. Tidak ikutnya Persebaya tentu saja ada sisi negatif dan positifnya. Sisi negatifnya, eksistensi klub ini bagi para rivalnya hanya sebatas omongan. Karena bagaimanapun eksistensi klub sepakbola dilihat dari keberadaannya dalam turnamen atau kompetisi. Meskipun bagi pendukungnya (Bonek), eksistensi klub ini akan tetap ada, dan tak ada kata lelah untuk memperjuangkannya. Sedangkan sisi positifnya, hal ini menepis anggapan sebagian masyarakat bahwa kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) mengenai sepakbola karena ada kontrak politik dengan Persebaya atau Bonek dan ingin memaksakan agar Persebaya bangkit kembali.

Penulis sendiri berpendapat, meskipun saat ini Persebaya tidak mengikuti Piala Kemerdekaan, dan ini sangat disesalkan penulis, semoga ke depannya manajemen bernyali wani sebagaimana halnya Bonek dengan segera menyelesaikan persoalan-persoalan yang menerpa Persebaya. Bonek butuh bukti bukan hanya janji-janji manis. Perjuangan apapun demi kembalinya Persebaya, Bonek akan selalu mendukung. Karena semangat kami tak pernah padam dan suara kami tak pernah hilang.

Bagaimana pendapat anda menyikapi hal tersebut?

@andhi667

  • SuBejo Genk

    untuk masalah pengadilan sebetulnya gak dimasalahkan juga gak apa apa,,,,,semua bonek cerdas tahu mana yg asli mana yg palsu,,tuntutan saya bukan kami,,,selesaikan tunggakan gaji yg dulu dulu,,,,,,,itu wajib hukumnya itu keringat pemain tolong dihargai,,,karena masalah gaji gak diselesaikan ini sering terjadi semenjak dulu,,,,,,,,,setelah itu main dimanapun insya allah dukungan bonek akan ada dan nyata,perkara legalitas nggak usah ke pengadilan bonek tahu kok mana yg asli,,,,,,,,,,,,,salam satu nyali wani,,terima kasih,,,,

  • Galer

    Menurut saya sih, mending Persebaya asli tetep ikut aja, atau sering-sering bertanding.. Yang palsu alias gadungan aja eksis terus…

Baca Juga

Pertandingan Senin-Kamis Berpotensi Mematikan Klub Liga 2

BonekJabodetabek.com | Dari kabar yang beredar, pertandingan di