Benarkah Bonita Wujud Maskulinitas dalam Penamaan Suporter Sepakbola?

Benarkah Bonita Wujud Maskulinitas dalam Penamaan Suporter Sepakbola?

- in Opini
Bonek wanita alias Bonita. (foto. lensaindonesia.com)
Bonek wanita alias Bonita. (foto. lensaindonesia.com)

BonekJabodetabek.com | Bonita (bonek wanita), dalam konteks sepak bola nasional, sekarang ini dikenal sebagai penyebutan suporter Persebaya yang berjenis kelamin perempuan. Bonita sendiri merupakan akronim dari Bonek Wanita, sedangkan jika diartikan dari segi bahasa, dalam bahasa Spanyol artinya adalah cantik.

Entah dari mana penyebutan Bonita berasal, nama ini mulai dikenal penulis pada dekade tahun 2000-an. Sebelum Bonita dikenal, sebetulnya sudah ada Ratu Bonek yang lebih dahulu dikenal. Namun seiring berjalannya waktu, nama Bonita yang lebih lazim digunakan.

Mas Fajar Junaedi dalam artikelnya yang berjudul “Maskulinitas dalam Penamaan Suporter Sepak Bola“, memaparkan yang pada intinya penyebutan/penamaan Bonita adalah wujud dari ketidaksetaraan gender dalam dunia suporter sepak bola. Benarkah demikian?

Secara umum gender dapat didefinisikan sebagai perbedaan peran, kedudukan dan sifat yang dilekatkan pada kaum laki-laki maupun perempuan melaui konstruksi secara sosial maupun kultural (Nurhaeni, 2009). Sedangkan menurut Oakley (1972) dalam Fakih (1999), gender adalah perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara sosial, yakni perbedaan yang bukan kodrat dan bukan ketentuan Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural. Lebih lanjut dikemukakan oleh Haspels dan Suriyasarn (2005), gender adalah sebuah variabel sosial untuk menganalisa perbedaan laki-laki dan perempuan yang berkaitan dengan peran, tanggung jawab dan kebutuhan serta peluang dan hambatan.

Dari definisi mengenai gender di atas, apakah penamaan Bonita untuk penyebutan suporter Persebaya yang berjenis kelamin perempuan adalah bias gender dan menimbulkan ketidakadilan? Bentuk-bentuk manifestasi ketidakadilan akibat diskriminasi gender itu meliputi marjinalisasi, sub-ordinasi, pandangan stereotype, kekerasan, dan beban kerja.

Apakah selama ini dikarenakan penyebutan Bonita, suporter Persebaya yang berjenis kelamin perempuan termarjinalkan ketika mendukung Persebaya? Apakah memang benar, dengan penyebutan Bonita, telah terjadi sub ordinasi antara suporter laki-laki dan perempuan? Apakah dengan adanya label Bonita kemudian muncul kekerasan, steorotype dan sebagainya?
Saya rasa tidak, karena dalam pelabelan tersebut tidak dibedakan antara peran dan tanggung jawab seorang Bonek atau Bonita. Konstruksi sosial yang tumbuh tidak sampai pada hal detil seperti itu.

Di hadapan Persebaya, di dalam Stadion, dan di dalam hubungan antar personal, semuanya berkedudukan sama. Tidak pernah ditemui, Bonek harus seperti ini, sedang Bonita harus seperti itu. Bonek pun tidak lebih tinggi dari Bonita, dan juga sebaliknya. Semuanya saling mengisi dan berkontribusi menurut kemampuan masing-masing.

Hal yang berlaku di dalam stadion adalah. siapapun yang memegang tiket kedudukannya adalah sama dalam mendukung Tim idolanya dengan cara apapun, yang tentunya dibatasi oleh norma-norma yang lain.

Dengan adanya penyebutan Bonita pun, atmosfir dan kultur sepak bola Surabaya lebih berwarna, contoh nyatanya adalah semakin banyak dijumpai Bonita yang datang ke stadion untuk mendukung Persebaya baik home maupun away. Bonita pun bukan sekedar pelangkap, karena saat ini di setiap kegiatan Persebaya/Bonek berkontribusi secara nyata dengan berbagai dukungannya.

Wacana mengenai penghapusan label Bonita oleh kaum pria, yang menurut saya malah berpotensi bias gender. Seolah dalam mendukung Persebaya, kaum laki-lakilah yang mengatur dan menentukan, bahkan dalam soal nama sekalipun.

Biarkan Bonita semakin tumbuh dan berkembang dan menentukan label atas dirinya sendiri, karena Bonek adalah spirit kawan, sedangkan wanita adalah hal yang kodrati secara alamiah.

Memang lebih banyak pertanyaan daripada jawaban dalam tulisan ini, karena yang merasakan dan melakukan adalah anda semua yang melabeli diri dengan sebutan Bonek atau Bonita, sehingga jawabannya ada di alam nyata, dengan membuktikan bahwa wujud kesetaraan gender telah ada dan tumbuh dalam kultur sepak bola Surabaya dengan adanya Bonita.

Bukankah begitu?

Salam

  • Tyka Luphpersebaiia

    Bagus artikelnya… boleh donk mas ksh rekomendasi bwt skripsweet a.k.a skripsi .. Hehehe

    • Andhi BJ

      Jurusan apa? Dan mau ambil tema ttg apa?

      • Tyka Luphpersebaiia

        Sosiologi mas… pengen nya ngambil ttg suporter .. tp msh bingung sisi mananya yg pngen di bahas..

  • devi

    “wujud kesetaraan gender telah ada dan tumbuh dalam kultur sepak bola Surabaya dengan adanya Bonita.” makasih cak.. ^_^

  • surabaya emang beda 🙂

Baca Juga

Pertandingan Senin-Kamis Berpotensi Mematikan Klub Liga 2

BonekJabodetabek.com | Dari kabar yang beredar, pertandingan di