Bonek dan Indahnya Ramadhan

Bonek dan Indahnya Ramadhan

- in Opini

Bonek Jabodetabek bagi takjil 2

BonekJabodetabek.com | Bulan Ramadhan merupakan bulan berkat, bulan rahmat, bulan keampunan serta punya banyak kelebihan. Ramadhan memang begitu dirindukan keindahannya, indah dalam semangat kebersamaan, indah dalam semangat berbagi, maka tak heran banyak orang yang rindu ingin segera jumpa dengannya. Sehingga sudah seharusnya menjadi sebuah kebiasaan dalam benak setiap muslim untuk menjadikan semangat berbagi dan semangat beribadah.

Bonek sebagaimana manusia pada umumnya, adalah Homo Socius (makhluk sosial) dan juga Homo Religious (makhluk religius). Sebagai Homo Socius berarti manusia itu pada dasarnya tidak dapat semata-mata mengandalkan kekuatanya sendiri untuk mencapai hidupnya. Manusia membutuhkan manusia lainnya. Sedangkan manusia sebagai Homo Religious berarti ia membutuhkan kelengkapan rohaniah untuk menenangkan jiwanya yang cenderung tidak pernah puas dengan tuntutan kebutuhan materi setiap harinya. Manusia perlu mengisi jiwanya dengan makanan rohani yang ia peroleh dari agama atau kepercayaan yang ia peluk. Dengan demikian, sambil terus berusaha, ia selalu berupaya untuk menggantungkan hidupnya pada kehendak yang kuasa.

Sebagai makhluk sosial dan religius yang disertai indahnya semangat Ramadhan, bulan Ramadhan kali ini juga dihiasi dengan kegiatan Bonek pendukung Persebaya. Kegiatan Bonek yang seakan sudah menjadi tradisi adalah pembagian Takjil, selain itu juga ada Bonek Bersholawat dan juga bakti sosial ke Panti Asuhan. Kegiatan ini tidak hanya berlangsung tahun ini saja, namun dari tahun ke tahun rutin dilakukan.

Uniknya, kegiatan di atas tidak hanya rutin dilakukan oleh berbagai komunitas dan elemen Bonek di Surabaya. Di berbagai daerah atau kota, di mana ada komunitas Bonek, kegiatan di bidang sosial dan keagamaan itu juga rutin dilaksanakan. Sebagai contoh, kegiatan ini juga rutin dilakukan oleh Bonek Gresik, Bonek di area Jabodetabek, Bonek Magelang, dan banyak komunitas Bonek lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu meliputi Sabang sampai Merauke.

Tentunya bagi masyarakat awam, hal ini mungkin membingungkan. Wajah Bonek yang begitu garang digambarkan di media, ternyata begitu santun dan religius. Ya beginilah wajah kami yang sebenarnya, sama dengan manusia lainnya. Bonek memang pernah berbuat salah, namun Bonek juga bukan pemeran antagonis seperti yang ada di sinetron. Selalu ada sisi baik dan buruk. Yakinlah, Bonek selalu belajar dan terus mengevaluasi diri karena tak ada yang sempurna di dunia ini.

Semoga setiap jiwa diberikan ampunannya, dan semoga dihapus segala kesalahannya.

Marhaban yaa Ramadhan

Tentang Penulis

Baca Juga

Pertandingan Senin-Kamis Berpotensi Mematikan Klub Liga 2

BonekJabodetabek.com | Dari kabar yang beredar, pertandingan di