Bonek Tidak Sempurna, namun di Situlah Kerennya

Bonek Tidak Sempurna, namun di Situlah Kerennya

- in Opini

Bonek bikin rusuh!!!
Bonek bikin ulah!!!
Bonek mengamuk!!!

BonekJabodetabek.com | Pasti pernah membaca atau mendengar hal-hal tersebut dengan berbagai variannya. Namun, mengapa berita-berita seperti itu tidak menyurutkan seseorang mengidentifikasikan dirinya sebagai Bonek?

Jika saya boleh menjawab, meskipun hal ini tendensius, karena Bonek hal yang manusiawi dan tidak sempurna, namun di sinilah kerennya menjadi Bonek.

Bagi seseorang yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Bonek, tentu tak susah untuk menemukan filosofi dalam way of life tersebut.

Menjadi Bonek maka menjadi manusia biasa yang tidak penuh dengan kemunafikan. Opo onoke.

Bonek tak pernah mengklaim sebagai yang terbesar, maupun yang terbaik atau sebagainya. Biarlah orang yang menilai. Kultur ini lebih menekankan pada budaya arek yang egaliter dan mengutamakan seduluran.

Tak pernah Bonek mengkambinghitamkan orang lain atas kesalahan yang dibuatnya. Di sisi lain, Bonek juga terus berusaha untuk menjadi lebih baik dengan kegiatan-kegiatannya selama ini.

Tanpa harus berbuat onar pun, sebenarnya masyarakat sudah segan. Jadi sekarang, mulai hilangkan sikap-sikap seperti itu. Bonek juga mengajarkan, tujuan harus dicapai meskipun itu terjal dan sulit. Menjadi nekad bukanlah sesuatu yang buruk, karena dengan bermodal nekad banyak orang telah sukses dalam hidupnya.

Seperti halnya manusia biasa, Bonek telah jatuh cinta. Kecintaan tersebut bukan pada seseorang, namun pada sebuah klub bernama Persebaya. Romantika bersama Persebaya, juga telah menimbulkan banyak tangis, tawa, kehilangan dan kesetiaan. Bonek telah seperti panggung kehidupan.

Dengan ketidaksempurnaan dan kesederhanaan, inilah way of life yang bisa membuat jutaan orang mengidentifikasikan dirinya menjadi Bonek.

Nek Aku Bangga Dadi Bonek, Koen Kate Lapo?

Baca Juga

Pertandingan Senin-Kamis Berpotensi Mematikan Klub Liga 2

BonekJabodetabek.com | Dari kabar yang beredar, pertandingan di