Gerakan Bonek dalam Perspektif Anarkisme (1)

Gerakan Bonek dalam Perspektif Anarkisme (1)

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Mungkin ada yang bertanya-tanya, perspektif anarkisme itu yang seperti apa? Apakah sama dengan pengrusakan, penghancuran, dsb? Sepertinya halnya opini masyarakat ketika mendengar kata anarkis(me).

Sebenarnya, pengrusakan, penghancuran dalam bahasa Indonesia mempunyai definisi yang lain yaitu vandalisme (lihat KBBI), tapi entah bagaimana ceritanya kata anarkis(me) kemudian identik dengan vandalisme.

Lalu apa itu anarkisme? Merujuk dari pendapat Kaum Anarkis, Anarkisme sebagai suatu paham atau pendirian filosofis maupun politik, yang percaya bahwa manusia sebagai anggota masyarakat akan membawa pada manfaat yang terbaik bagi semua jika tanpa diperintah maupun otoritas, boleh jadi merupakan suatu keniscayaan. Pandangan dan pemikiran anarkis yang demikian itu pada dasarnya menyuarakan suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang secara alamiah mampu hidup secara harmoni dan bebas tanpa intervensi kekuasaan.

Bagaimana ciri gerakan anarkis? Jika saya baca dan ambil benang merahnya, ciri gerakan anarkis adalah penentangan terhadap otoritas bisa dalam individu maupun asosiasi-asosiasi bebas. Asosiasi atau organisasi tersebut dibentuk dalam kesetaraan, spontan, tanpa struktur, non-hierarkis dan tidak otoriter. Ciri gerakan anarkis tersebut ada dalam gerakan yang Bonek (pendukung Persebaya) lakukan dalam 5 (lima) tahun belakangan ini.

Jika kita review kembali, gerakan Bonek adalah upaya nyata untuk melawan organisasi otoritarian yang bernama PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). PSSI dalam sepakbola bagaikan dewa baru yang tak tersentuh, apa yang diputuskan oleh PSSI mutlak berlaku, bahkan tak bisa diintervensi oleh siapapun, baik itu pemerintah maupun klub anggotanya.

Salah satu bentuk bagaimana PSSI sangat berkuasa adalah upaya pendegradasian paksa terhadap Persebaya. Yang oleh Persebaya kemudian dilawan dengan mengikuti breakaway league. Tapi PSSI tak tinggal diam, dengan kaki tangannya kemudian melakukan kloning terhadap klub Persebaya dengan merekayasa membentuk Persebaya palsu. Dari sinilah perlawanan Bonek dimulai.

Beragam aksi perlawanan pada PSSI pun dilakukan, mulai dari pembuatan mural, demonstrasi, rapat-rapat akbar, boikot pertandingan Persebaya Palsu, dsb. Beragamnya aksi tersebut adalah spontanitas dari Bonek, tanpa ada yang meminta atau instruksi dari atas.

Bonek sendiri bukanlah organisasi suporter yang mempunyai struktur dan hierarki yang jelas sebagaimana kelompok suporter yang lain. Bonek tumbuh di sudut-sudut kampung Surabaya, di perumahan-perumahan mewah, beragam latar belakang dengan bangganya mengidentifikasikan dirinya sebagai Bonek.

Bersambung…

Baca sambungannya di sini: Gerakan Bonek dalam Perspektif Anarkisme (2-habis)

Baca Juga

Usut Tuntas Kematian Micko Pratama

BonekJabodetabek.com | Micko Pratama, remaja yang akan genap