Mengkaji Putusan BOPI terkait Klub yang Mengaku Persebaya di Piala Presiden

Mengkaji Putusan BOPI terkait Klub yang Mengaku Persebaya di Piala Presiden

- in Opini

BonekJabodetabek.com – Dalam berita yang sudah berkembang dan dirilis berbagai media, BOPI akhirnya memberikan rekomendasi kepada Mahaka untuk penyelenggaraan Piala Presiden. Rekomendasi tersebut keluar dengan beberapa catatan, salah satunya adalah untuk klub yang mangaku sebagai Persebaya harus mengubah nama agar dapat rekomendasi.

Menanggapi rekomendasi tersebut, dalam berita yang berkembang, Mahaka dan manajemen klub yang mengaku Persebaya menambahkan kata United di belakangnya, sehingga menjadi Persebaya United. Rilisan secara lengkap mengenai putusan BOPI kepada Mahaka terkait Piala Presiden memang belum kami ketahui, namun hal ini harus direspons segera dengan sebuah kajian.

Penggunaan nama Persebaya United, tentunya harus ditolak dengan keras. Apabila BOPI menerima penambahan kata tersebut, ini merupakan bentuk kompromi yang berpotensi merusak perjuangan perbaikan tata kelola sepakbola Indonesia. Bentuk kompromi ini harus ditolak, karena ketegasan sikap merupakan hal yang harus dipilih apabila sepak bola Indonesia memang ingin diubah menjadi lebih baik.

Memang tak bisa dihindari, BOPI tentunya mendapatkan tekanan-tekanan politis agar Piala Presiden ini bisa berjalan, apalagi Mahaka merupakan milik Eric Thohir yang dekat dengan rezim PSSI yang sudah beku dan telah bertemu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang secara prinsip setuju Piala Presiden digelar. Meskipun tekanan politis cukup besar, selayaknya kita berharap BOPI tetap konsisten dan sebagai ujung tombak perbaikan sepak bola nasional. Kompromi ini akan memberi nafas baru kepada rezim beku untuk mengonsolidasi diri ketika nafas sebenarnya sudah di ujung tanduk. Kami hanya berharap, negara jangan sampai kalah setelah melakukan perbaikan sampai sejauh ini.

Selain itu, penggunaan nama Persebaya dalam kompetisi/turnamen apapun secara etik juga tidak tepat, karena selama perkara silang sengketa berlangsung seharusnya nama Persebaya dalam kondisi status quo sampai ada putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) dari lembaga peradilan.

Mahaka sendiri selama masih mengakomodasi klub yang mengaku sebagai Persebaya dalam turnamen gelarannya, bisa diartikan mengabaikan peringatan Arek Bonek 1927 yang tentunya tahu konsekuensinya seperti apa. Eric Thohir tak bisa lepas tangan seperti halnya pernyataannya di media bahwa Mahaka hanya penyelenggara dan politik antar klub bukan urusannya. Dengan adanya klub yang mengaku Persebaya dalam gelaran turnamennya tentunya adalah bentuk keberpihakan Mahaka, dan Mahaka telah menceburkan diri kedalam pusaran perlawanan Arek Bonek 1927.

Berdasarkan hal tersebut di atas, semoga BOPI tidak menerima penambahan kata United pada klub yang mengaku Persebaya, dan Mahaka berpikir dengan bijak bahwa perlawanan Arek Bonek 1927 adalah nyata dan tak bisa diabaikan oleh mereka. Terakhir, semoga klub yang mengaku-aku sebagai Persebaya sadar dan segera mengubah namanya dan tidak menggunakan nama Persebaya.

Tetap Tolak Persebaya United ikut serta dalam Turnamen Piala Presiden sampai mereka tak menggunakan nama Persebaya lagi.

#BerdiriBersamaDanMelawanSampaiAkhir

  • roni setyawan

    Saya hannya ingin persebaya surabaya yg punya sejarah panjang. Bukan persebaya kemarin sore .
    Tetap menolak persebaya united

    Buat bopi lihatlah kami perjuangan yg tak pernah ada kata lelah ra dibayar pisan tpi kita slalu tulus melakukanya jangan tambah merusak lah surabaya kota pahlawan OJO MICEK AE MATAMU

  • Galer

    Tetep aja pakai merk Persebaya, kan ini masih dalam proses pengadilan… Baiknya mereka pakai nama Persebahaya atau Kampret United aja….

Baca Juga

Pertandingan Senin-Kamis Berpotensi Mematikan Klub Liga 2

BonekJabodetabek.com | Dari kabar yang beredar, pertandingan di