Nikmatnya Segelas Kopi di Tengah #SuntikMatiPSSI

Nikmatnya Segelas Kopi di Tengah #SuntikMatiPSSI

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Kala hujan turun membasahi bumi merupakan saat yang tepat untuk menyeruput segelas kopi. Ya, walaupun kopinya enggak diseduh di gelas atau cangkir kaca, namun tetap sedap dinikmati dengan gelas plastik ūüôā

Maklum saja, penulis hanya seorang kuli, yang bisa menikmati kopi ketika tiba waktunya¬†istirahat jam kantor saya… Ee..eeh… maksudnya¬†waktu nguli saya. Dengan isapan demi isapan¬†rokok bertembakau khas Indonesia, kopi terasa makjleb,¬†hidup ini serasa indah.

Beberapa waktu terakhir, Indonesia digemparkan dengan kebijakan kantong kresek 200 rupiah, tapi itu bagi saya tidak masalah, toh saya sendiri enggak pernah belanja banyak apalagi memakai plastik yang buwanyak-nya minta ampun, maklum saya hanya kuli. Biarpun jika saya beli dan diberi plastik selalu saya tolak, karena saya dari dulu sudah mengetahui dampak akan plastik itu.

Haalllllaaaaah, ngomong sudah ngelantur macam pakar-pakar yang sering nongol di tipi-tipi.. ūüėÄ

Masalah plastik belum selesai dan masih simpang siur yang katanya dizalimi, muncul lagi masalah kezaliman federasi beku PSSI.

Football is you and me

Selasa (1/3), kelar¬†acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di salah satu stasiun televisi swasta, kabarnya sempat terjadi insiden pemukulan dari entah oknum suporter atau preman yang kemungkinan emosi¬†mereka terbakar pasca¬†“bapaknya” kesetrum kalimat #SuntikMatiPSSI.

Dan dilihatnya oleh Pak Menpora beserta¬†jajarannya akan diskriminasi di acara ILC tersebut.¬†Semoga publik bisa menilai dengan mata hatinya sendiri¬†atas kebobrokan federasi –yang pernah mengklaim¬†enggak butuh pemerintah– tersebut.

Dan apa mungkin Pak Menpora yang menjadi pembantu presiden beserta jajaran bakal segera atau pengin mencabut/mencairkan pembekuan PSSI? Silakan dipikir dulu, tapi jangan diplintir ya. Masih banyak hal yang sangat susah dijabarkan.

Apa jadinya jika klub sepakbola tanpa suporter? Dan apa jadinya PSSI tanpa suporter? Dunia suporter adalah alam yang panas, penuh plintiran dan kritis akan kondisi keolahragaan dalam hal ini sepakbola.

Mungkinkah PSSI punya banyak cara untuk menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal (macam Al Capone)? Intimidasi yang diterima oleh salah satu pendiri Forum Diskusi Suporter Indonesia, Partoba Pangaribuan seusai acara yang disebut di atas bisa menjadi salah satu catatan merah besar federasi sepakbola yang masih beku.

Hanya dengan ucapan #SuntikMatiPSSI, mereka sudah kebakaran jenggot dan tersulut bara sate. Seakan hal itu adalah tabu, padahal memang benar apa yang dikatakan cak Partoba Pangaribuan.

Memang sudah saatnya Indonesia membentuk induk sepakbola yang baru, serta orang-orang baru yang kuat akan godaan dan ahli di bidang olahraga khususnya sepakbola.

#SuntikMatiPSSI
#HorasPartoba
#SaveIndonesianFootball

 

*Semua foto di opini ini, penulis mencomot dari Facebook

Baca Juga

Manisnya Janji dari Lidah Tak Bertulang

BonekJabodetabek.com | Manis itu adalah tebu, yang bisa