Perlukah Tantangan La Nyalla Ditanggapi?

Perlukah Tantangan La Nyalla Ditanggapi?

- in Opini
Salah satu aksi Bonek pendukung Persebaya sejak 1927 dalam menentang PSSI. (foto: tempo.co)
Salah satu aksi Bonek pendukung Persebaya sejak 1927 dalam menentang PSSI. (foto: tempo.co)

BonekJabodetabek.com | Sebagaimana diketahui, pada acara diskusi “Suporter Bertanya PSSI Menjawab”, Minggu (5/2015), La Nyalla menyinggung tentang keaslian Persebaya, dan pada intinya menantang Bonek atau siapapun yang menganggap Persebaya (1927) adalah yang asli agar menemui dirinya untuk berdebat.

Perdebatan mengenai aspek legalitas Persebaya ini telah berlangsung kurang lebih lima tahun. Di sini, saya tidak akan berdebat panjang mengenai asli atau tidak asli. Bagi suporter, klub jika dianalogikan sudah seperti pacar, istri atau orang terdekatnya, hal-hal detil mengenai klub tak akan terlepas dari perhatian seorang suporter, hal ini digambarkan secara tepat dalam film Fever Pitch.

Fever Pitch sendiri adalah film rilisan tahun 1997 yang diangkat dari novel Nick Hornby, film ini menceritakan kehidupan fans Arsenal yang harus mengelola hidupnya sedemikian rupa agar bisa membagi cinta terhadap klub, kekasih serta profesi sebagai guru. Latar film ini adalah kesuksesan The Gunners mengangkat trofi Piala FA 1989, di mana mereka menang 2-0 atas Liverpool pada laga final.  Karena itulah, setiap suporter pasti tahu mana klub yang dicintainya, dan mayoritas Bonek juga paham dari sejarah panjang itu, mana klub yang seharusnya didukung.

Kembali pada tantangan La Nyalla di atas, tantangan tersebut sebenarnya sudah kehilangan momentum. Bagaimana tidak, persoalan Persebaya sudah berada dan diselesaikan melalui mekanisme litigasi atau pengadilan dengan register perkara nomor: 241/Pdt.G./2015/PN.Sby dengan para pihak PT. Persebaya Indonesia sebagai penggugat melawan PT. Mitra Muda Inti Berlian dan PSSI sebagai tergugat. Tentunya proses pengadilan tersebut harus dihormati bersama sampai mendapat putusan yang berkekuatan hukum tetap (Inkracht).

Dan ke mana saja La Nyalla selama ini? La Nyalla pasti paham mayoritas Bonek mendukung Persebaya (1927). Di saat Bonek mendatangi hajatan PSSI yaitu Kongres 2014 di Hotel Shangri-la Surabaya, Kongres 2015 di Hotel Borobudur Jakarta, Kongres 2015 di Hotel J.W. Marriot, Surabaya, La Nyalla tidak pernah menampakkan wujudnya. Padahal saat itu, ribuan Bonek datang, dan dia bisa menjelaskan keyakinannya langsung. Bonek juga seringkali mengadakan acara yang melibatkan ribuan orang, seharusnya La Nyalla juga bisa memanfaatkan momentum tersebut. Namun kenyataannya tidak. Apakah takut keselamatannya terancam? Tidak perlu takut kawan, Bonek bukan organisasi preman yang suka dengan cara-cara intimidatif. Selama ini aksi dan kegiatan Bonek berlangsung dengan aman tanpa kerusuhan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, tak perlulah menanggapi tantangan La Nyalla. Apalagi PSSI sekarang sudah dibekukan oleh Pemerintah dan juga FIFA. Ibaratnya sudah tak punya legitimasi lagi. Jika menanggapi tantangan tersebut, sama saja dengan memberikan panggung kepada macan sirkus yang telah kehilangan taring dan cakarnya.

@andhi667

Tentang Penulis

  • wachidzain

    lanyalla mattaliti bonek enemy

  • Galer

    Anggap saja orang sakit jiwa sedang stand-up comedy

Baca Juga

Pertandingan Senin-Kamis Berpotensi Mematikan Klub Liga 2

BonekJabodetabek.com | Dari kabar yang beredar, pertandingan di