Ingin Tetap di Surabaya, Jangan Pakai Nama Persebaya

Ingin Tetap di Surabaya, Jangan Pakai Nama Persebaya

- in BJ News
Tolak Persebaya Gadungan di Piala Presiden. (Foto. Facebook Arek Bonek 1927)
Tolak Persebaya Gadungan di Piala Presiden. (Foto. Facebook Arek Bonek 1927)

BonekJabodetabek.com | Tuntutan untuk tidak diikutsertakannya klub yang mengatasnamakan Persebaya di Piala Presiden masih terus berembus kencang, bahkan pendukung setia Persebaya sejak 1927, Bonek atau Arek Bonek 1927 telah melakukan aksi menduduki seluruh anak perusahaan Mahaka Group di Surabaya pada akhir pekan kemarin (28-30 Agustus 2015). Di turnamen tersebut, Mahaka sendiri memiliki peran sebagai promotor.

Selain telah melayangkan surat protes resmi ke Mahaka, Bonek juga sempat menyampaikan penolakan adanya Persebaya Gadungan di Piala Presiden secara langsung kepada BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia), Tim Transisi bentukan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), hingga Presiden RI, Joko Widodo di Jakarta. Namun, surat protes resmi dari Bonek tersebut tampak tak diacuhkan oleh mereka. Sementara, Piala Presiden sendiri sudah dibuka secara resmi oleh Jokowi di Gianyar, Bali, Minggu (30/8) sore.

Kendati demikian, tuntutan Bonek untuk tidak digunakannya nama Persebaya di Piala Presiden tidak memudar, justru semakin lantang terdengar. “BOPI atau Menpora dan Mahaka agar mengganti nama Persebaya!!! Itu nama markasnya di Karanggayam dengan segala histori dan pialanya! Jika masih ingin bermarkas di Surabaya boleh tapi ganti total nama Persebaya!!,” tandas Brian de Almas, Bonek dari London, Inggris, kepada BonekJabodetabek.com.

Di tempat yang lain, Budiono menegaskan, sebagai pecinta Persebaya, dia meminta BOPI, Menpora dan Mahaka bertindak tegas dan adil, serta tidak mengikutsertakan atau mencantumkan nama Persebaya di Piala Presiden.

“Kalau ini benar-benar terjadi, sama saja mereka telah menyakiti hati masyarakat Surabaya, khususnya Arek Bonek pendukung Persebaya (1927). Keadilan harus ditegakkan,” tukas Bonek yang bermukim di Jenewa, Swiss tersebut.

Apabila Persebaya Gadungan tetap berlaga di Piala Presiden, maka sudah sepatutnya keprofesionalan BOPI dipertanyakan, pasalnya BOPI sebelumnya pernah tidak memberikan rekomendasi kepada Persebaya Gadungan untuk mengikuti ISL. Ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Arif Triwahyudi, seorang Bonek dari Korea Selatan.

“Kalau memang BOPI ini lembaga profesional, maka mereka harus bekerja dengan profesional. Sementara untuk Mahaka, kalau mau berbisnis itu sah-sah saja… tapi lha mbok ya yang sehat” ucap Arif, yang sekarang ini bekerja di Yeongnam.

Arif juga berharap Menpora Imam Nahrawi tidak goyah dengan cita-citanya memperbaiki tata kelola persepakbolaan Indonesia. Bukan tanpa alasan Arif mengemukakan hal demikian, pasalnya pada pembukaan Piala Presiden kemarin, dengan tersenyum Cak Imam diabadikan sedang bersalaman dengan Ketua PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) yang beku alias tidak diakui pemerintah, LNM.

(BonekJabodetabek.com)

(Foto. Facebook Arek Bonek 1927)
(Foto. Facebook Arek Bonek 1927)

Baca Juga

Trigol Balde Antar Persebaya Raih Hattrick Kemenangan

BonekJabodetabek.com | Trigol yang dicetak Amido Balde ke