Menjawab Curhatan Risma

Menjawab Curhatan Risma

- in BJ News
Tri Rismaharini (kanan). (foto: tempo.co)
Tri Rismaharini (kanan). (foto: tempo.co)

BonekJabodetabek.com | Di akun instagram yang diduga miliknya, Tri Risma Harini, Wali Kota Surabaya yang akrab dipanggil Risma curhat mengenai posisinya terhadap Persebaya.

Curhatan lengkapnya sebagai berikut:
“Terkait soal Persibaya, saya tak bisa campuri urusan olahraga profesional karena tidak ingin melanggar peraturan yang ada.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dimana seorang kepala daerah baik wali kota maupun bupati tidak boleh mengucurkan anggaran olahraga profesional.
Kalaupun misalnya saya turun, saya juga kena hukum, Saya ini dibuat seolah-olah punya wewenang dan diam. Padahal saya tidak punya wewenang, dan saya diam ada alasannya. Tapi kalau kemudian saya dimasukkan penjara masa iya mereka tega.”

Melihat curhatan itu, saya sendiri malah bertanya-tanya, seorang wali kota yang sudah hampir satu dekade memimpin Surabaya, mengetik Persebaya saja salah. Ini bukan sekedar typo biasa, tapi merupakan gambaran bahwa memang tak ada Persebaya di hati Risma.

Mengenai anggaran untuk Persebaya pun, Risma terlalu berlebihan. Bonek tak pernah menuntut agar Pemkot Surabaya mengucurkan dana untuk Persebaya. Yang diharapkan Bonek adalah kepedulian terhadap keberlangsungan Persebaya. Apalagi di saat munculnya dualisme dahulu, Risma malah terkesan berpihak pada Persebaya palsu dengan terus memberikan izin penggunaan stadion di Surabaya, dan datang melihat pertandingan mereka. Sedangkan pertandingan Persebaya pada saat konflik tak pernah dihadirinya.

Kepedulian dan keberpihakan itulah yang diharapkan kawan-kawan Bonek, yang tak dirasakan selama ini. Jika Bu Risma memang sedikit peduli, sekedar ucapan selamat kepada Persebaya yang telah berusia 89 tahun saja tak terucap. Bagaimana mau peduli dan berpihak.

Ingatlah Bu Risma, saat kampanye anda sering kali memposisikan diri sebagai Ibunya Bonek dengan melingkarkan syal di leher. Saat diwawancara TV Nasional pun anda dengan bangga mengatakan sebagai Ibunya Bonek. Apakah itu hanya pencitraan belaka? Jika iya, sungguh keji, karena bagi anda Bonek hanyalah ladang voters belaka. Setelah terpilih, peduli amat.

Bu Risma, Anda menjadi wali kota karena juga merupakan pilihan dari Bonek, warga dari kotamu. Jika anda begitu peduli pada benda yang tak bisa bicara seperti taman dan tanaman, kami yang bisa berteriak dan menangis mengapa tak dipedulikan.

Bagi Bonek, Persebaya adalah satu-satunya kebanggaan dari Surabaya dan warisan yang harus terus dijaga. Karena di situlah, nostalgia, harapan, nilai-nilai dan sejarah telah terjalin dengan warga kota semenjak tahun 1927. Sebagai wali kota tentunya anda juga punya kewajiban untuk terus memperjuangkan warisan ini.

Dengan otoritas Anda, kami yakin jika ada kepedulian dan keberpihakan dari anda, konflik Persebaya tak akan menjadi serumit ini, dan Persebaya segera berjaya kembali.

Dari itu semua, apakah dengan anda mengucapkan ulang tahun, datang ke acara anniversary, atau melihat pertandingan Persebaya untuk menunjukkan kepedulian dan keberpihakan, akan menjadikan diri anda terpidana?

Baca Juga

Selalu Makan Korban, Mengapa Estafet Sulit Dihentikan?

BonekJabodetabek.com | Setiap away, seringkali ada korban dari