Penyatuan Sikap dalam Halal Bihalal Bonek se-Jabodetabek dan Karawang

Penyatuan Sikap dalam Halal Bihalal Bonek se-Jabodetabek dan Karawang

- in BJ News

BonekJabodetabek.com – Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 H dan mempererat silaturahim, Bonek se-Jabodetabek bersama Bonek Karawang menggelar acara Halal Bihalal di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (9/8).

Acara yang dihadiri oleh ratusan Bonek se-Jabodetabek dan Karawang tersebut berlangsung di Anjungan Jawa Timur. Selain kegiatan halal bihalal dan silaturahim, dilaksanakan pula perlombaan antar angggota serta keluarga yang hadir. Kegiatan terakhir, merupakan acara untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan RI ke-70.

Bermacam-macam hadiah dan doorprice yang dibagikan terhadap para Bonek yang hadir di acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut. Dari buku tulis untuk anak-anak, mug, jam dinding hingga jersey dan t-shirt Persebaya (1927).

“Awalnya kami juga sempat rada khawatir untuk menggelar acara halal bihalal ini, mengingat kurang harmonisnya hubungan antara Bonek dengan suporter tuan rumah. Terlebih dalam acara ini, ada sejumlah Bonek yang mengajak anggota keluarganya. Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan beberapa pihak dan berbagai pertimbangan, akhirnya acara tetap dilanjutkan sesuai agenda awal,” jelas perwakilan dari Bonek Jabodetabek, Andhi BJ, Minggu (9/8).

Di luar itu semua, seusai acara Halal Bihalal, Bonek se-Jabodetabek dan Karawang juga menyatukan sikap terkait perkembangan isu sepakbola nasional dan Persebaya (1927). Dan pemikiran tersebut dituangkan dalam pernyataan sikap berikut:

1. Bonek se-Jabodetabek dan Karawang tetap berkomitmen untuk mendukung Persebaya 1927.

2. Terkait dengan akan digelarnya Piala Presiden, kami mengimbau BOPI melakukan proses verifikasi dengan ketat, karena terdapat satu klub yang sedang bersengketa di pengadilan.

3. Mendesak Tim Transisi Kemenpora RI (Kementerian Pemuda dan Olahraga) agar bekerja lebih serius dan maksimal, sehingga hasilnya bisa segera dirasakan oleh pecinta sepakbola nasional.

4. Mendukung Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) tetap istiqomah dalam membenahi sepakbola nasional.

“Kami berharap kelompok suporter lain juga mendukung langkah Menpora dan Tim Transisi dalam membenahi persepakbolaan nasional. Dan kami juga berharap hakim yang mengadili perkara Persebaya agar memutus sesuai fakta hukum yang ada bahwa Persebaya (1927) adalah yang berhak menggunakan nama Persebaya, karena didukung oleh klub internal, badan hukum yang sah, dan didukung oleh mayoritas Bonek,” terang perwakilan Bonek Karawang, Abdul Halim atau yang biasa disapa Anjal.

Baca Juga

Trigol Balde Antar Persebaya Raih Hattrick Kemenangan

BonekJabodetabek.com | Trigol yang dicetak Amido Balde ke