Lahir dari Media, Kini Melawan Penguasa: Logo Ndas Mangap (2)

Lahir dari Media, Kini Melawan Penguasa: Logo Ndas Mangap (2)

- in Kliping
Logo ndas mangap yang selalu hadir di dalam stadion ketika Persebaya bertanding. (Foto 7upasia.net)
Logo ndas mangap yang selalu hadir di dalam stadion ketika Persebaya bertanding. (Foto 7upasia.net)

BonekJabodetabek.com | Menelusuri asal mula logo ini tak sesulit mencari tahu siapa yang sebenarnya melontarkan sebutan Bonek untuk kali pertama. Logo yang saat ini digunakan Bonek adalah karya dari Pak Boediono, mantan ilustrator koran Jawa Pos.

Ya, media itu sekali lagi terlibat dalam pembentukan identitas suporter Persebaya. Dalam artikel Jawa Pos berjudul ‘Sejarah Ndas Mangap, Si Rambo Kebanggaan Persebaya’ yang terbit pada 2 Oktober 2015 lalu, terungkap bahwa ‘Tret-tet-tet’ pertama suporter Persebaya di bawah koordinator Jawa Pos pada 1 Maret 1987 dalam laga menghadapi Persija menjadi awal dari terciptanya logo ‘Ndas Mangap’. Seluruh suporter Persebaya yang mengikuti ‘Tre-tet-tet’ kala itu diwajibkan mengenakan ikat kepala, termasuk Dahlan Iskan.

Logo Persebaya yang biasanya menghiasi artikel-artikel pemberitaan klub ini di Jawa Pos akhirnya tergantikan dengan foto Dahlan Iskan mengenakan ikat kepala bertuliskan ‘Persebaya 87’ berukuran 2 x 3 cm pada 3 Maret 1987. Namun, karena dinilai menggangu nilai artistik koran, Dahlan meminta grafis Jawa Pos kala itu, Mister Muchtar, untuk mereproduksi foto tersebut menjadi sebuah coretan tangan.

“Saya tahu dia asli Makassar yang eksplosif dan punya selera baik. Dia juga cinta sepak bola. Saya minta ciptakan logo yang bisa memberi semangat. Maka dia buat sketsa suporter yang lagi berteriak. Dengan ikat kepala. Saya langsung setuju. Sangat ekspresif,” kata Dahlan.

Mister Muchtar pun menciptakan sebuah logo baru yang menurut beliau merupakan gambaran ekspresi Dahlan berteriak. Pada edisi 4 Maret 1987 si “Ndas mangap” pertama kali tampil di publik. Bahkan, tak butuh waktu lama logo tersebut akhirnya digunakan secara luas oleh para pedagang yang menjual atribut Bonek dari kaos sampai striker.

Logo ndas mangap. (Foto bajulijo.net)
Logo ndas mangap. (Foto bajulijo.net)

Seiring perjalanan waktu, logo Ndas Mangap beberapa kali mengalami perubahan hingga di tangan Pak Boediono, ilustrator Jawa Pos, terciptalah logo seperti yang sekarang ini. Kepala dengan rambut pendek gambaran rambut Dahlan Iskan berganti dengan rambut gondrong dan dengan siratan emosi yang lebih sangar. Memang wajar jika sepintas kita akan menerima kesan bahwa logo ini lebih mirip karakter Rambo, tokoh fiktif yang diperankan aktor terkenal Hollywood, Sylvester Stallone.

“Sebenarnya bukan Rambo, tapi sosok pahlawan arek-arek Suroboyo di zaman kemerdekaan. Gambaran pejuang itu kan rambutnya panjang, pakai ikat, pakai sarung atau bawa bambu runcing, itu yang ingin saya sampaikan,” ujar Boediono.

–bersambung–

Sumber: Four Four Two (Bonek: Lahir dari Media, Kini Melawan Penguasa)

Baca Juga

Bonek Jabodetabek Open Donasi untuk Cak Tulus

Assalamualaikum Wr. Wb. Bonek Jabodetabek open donasi untuk