Lima Pemain Legendaris Persebaya versi Bola.com (1)

Lima Pemain Legendaris Persebaya versi Bola.com (1)

- in Kliping
Penyerang legendaris Persebaya Surabaya, Mustaqim saat memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 1989. (Foto juara.net)
Penyerang legendaris Persebaya Surabaya, Mustaqim saat memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 1989. (Foto juara.net)

BonekJabodetabek.com | Ada sederet pemain hebat di balik kejayaan sebuah tim. Tidak terkecuali dengan yang terjadi di Persebaya Surabaya. Sejak era Perserikatan hingga Liga Indonesia, Persebaya selalu memiliki pemain tersohor di Tanah Air.

Dari seabrek nama yang ada, terdapat lima pemain yang pantas disebut sebagai legenda. Berdasarkan paramater tertentu, mereka yang layak disebut legenda Persebaya adalah Mustaqim, Yusuf Ekodono, Jacksen F. Tiago, Carlos de Melo, dan Bejo Sugiantoro. Kelima pemain itu pernah menjadi bagian dari masa jaya Persebaya di persepakbolaan nasional.

Salah satu parameter yang membuat mereka pantas disebut legenda adalah jika ada pemain muda bertalenta muncul di Persebaya, publik Surabaya selalu membandingkannya dengan kelima sosok itu. Bahkan sampai sekarang mereka masih menjadi tolok ukur buat pelatih di Surabaya, saat merekrut pemain di posisi yang pernah mereka tempati.

1. Mustaqim

Pencinta sepak bola Surabaya tidak akan pernah lupa dengan Mustaqim. Striker haus gol kelahiran Surabaya, 6 September 1964 ini pernah menjadi idola warga Surabaya karena performa apiknya selama memperkuat tim berjulukan Bajul Ijo di periode 1985-1988.

Duetnya bersama Syamsul Arifin kala itu sangat ditakuti lawan. Jika keduanya ada di kotak penalti, kans sekecil apapun bisa dikonversi menjadi gol. Mustaqim tidak hanya tajam saat mengeksekusi peluang, tetapi juga aksi individunya kerap membuat pemain belakang kerepotan menjaganya.

Mustaqim punya andil besar atas sederet prestasi yang dicapai Persebaya. Salah satu gelar juara paling fenomenal adalah Perserikatan 1987-1988. Selain itu ada juga trofi Piala Tugu Muda, Piala Persija, dan Piala Hamengkubuwono.

Seusai mengantarkan Persebaya juara Perserikatan pada musim itu, Mustaqim hijrah ke Petrokimia Gresik pada musim 1989-1990. Tetapi, hanya bertahan satu musim, Mustaqim pulang kampung dengan memperkuat Assyabaab mulai 1990-1991.

Di tim itu Mustaqim menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak Divisi I. Tak puas hanya meraih gelar individu, Mustaqim hengkang ke Mitra Surabaya yang diperkuatnya selama empat tahun hingga 1994.

Selama empat tahun bertahan di satu klub membuat Mustaqim ingin mendapatkan tantangan baru. Itulah mengapa ia kembali bergabung dengan Assyabaab yang kali ini menggandeng Salim Group Surabaya, sehingga namanya menjadi Assyabab Salim Group Surabaya atau ASGS. Dua tahun bersama ASGS, Mustaqim pensiun dan banting setir menjadi pelatih.

Selama berkarier sebagai pemain, panggilan dari pelatih Timnas Indonesia kerap didapat. Prestasi terbaiknya ketika bersama Tim Garuda meraih medali perunggu SEA Games 1989 Kuala Lumpur.

Di sisi lain, profesi pelatih ternyata tidak mengilap seperti saat jadi pemain. Ia mengawali karier sebagai asisten pelatih di Persebaya pada 1997-1999. Kemudian menjadi asisten pelatih PON Jatim 2000. Jabatan pelatih kepala baru didapat ketika menangani Persela Lamongan pada 2000-2001 di kompetisi Divisi Dua.

Setelah itu berturut-turut pada 2004 menjadi pelatih Timnas Indonesia U-12, Persela (2005), Gresik United (2006), Mitra Kukar (2007), PKT Bontang (2008-2009), Mitra Kukar (2010-2011), Deltras Sidoarjo (2011-2012), dan PS Sumbawa Barat (2013).

Prestasi Mustaqim sebagai pelatih hanya juara Divisi dua bersama Persela Lamongan, mempromosikan Mitra Kukar ke Divisi Utama 2007, dan medali emas buat skuat PON Jatim 2000, dan PON Jatim di Palembang pada 2004.

Sumber: bola.com (5 Pesepak Bola Legendaris Klub Persebaya Surabaya)

Baca Juga

Bonek Jabodetabek Open Donasi untuk Cak Tulus

Assalamualaikum Wr. Wb. Bonek Jabodetabek open donasi untuk