Akankah Dibuka dan Ditutup di Jakarta?

Akankah Dibuka dan Ditutup di Jakarta?

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Enam tahun yang lalu, tepatnya 20 Juli 2010, serombongan muda Bonek Jabodetabek memulai perlawanan terhadap PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Saat itu hanya belasan orang saja yang melakukan aksi di Kantor PSSI yang berada di sekitar Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Aksi tersebut merupakan reaksi atas inkonsistensi PSSI yang menggelar tanding ulang antara Persik versus Persebaya. Disinyalir, inkonsistensi tersebut merupakan skenario untuk menyelamatkan Pelita Jaya.

Bak bensin yang disulut dengan api, perlawanan pun meluas, Bonek di setiap penjuru bereaksi keras terhadap PSSI. Ujung dari perlawanan tersebut adalah Persebaya bermain di LPI, yang kemudian dengan tak tahu malunya PSSI mengkloning Persebaya.

Sampai sekarang, dampak yang ditimbulkan dari inkonsistensi PSSI dan pengkloningan Persebaya membuat carut marut dalam sepakbola nasional. Praktis Persebaya hampir tiga tahun ini tak berlaga di kompetisi sepakbola nasional. Dan buah dari arogansi PSSI, institusi tersebut pernah dibekukan Pemerintah meskipun sekarang telah dicabut.

Persebaya sendiri saat ini sudah mengantongi hak merek dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, perkara di Pengadilan Negeri pun dimenangkan, dan sampai sekarang tak pernah dikeluarkan dari PSSI.

Untuk itu, Arek Bonek 1927 di awal Agustus nanti berikhtiar untuk mengembalikan Persebaya lagi dalam sepakbola nasional dengan melakukan aksi di Jakarta.

Akankah aksi ini akan mengakhiri prahara Persebaya? Semoga saja iya, perlawanan dimulai dari Jakarta, dan di Jakarta pula kebangkitan akan diraih.

Jika dulu hanya belasan orang, maka sekarang telah berlipat dan makin kuat.

Satukan tekad, satukan Nyali untuk Kebangkitan Persebaya.

@andhi667

Baca Juga

Bonek dalam Perspektif sebagai Konsumen

BonekJabodetabek.com | Azrul Ananda pernah menulis bagaimanapun seorang