Alternatif Penyelesaian Konflik Persebaya

Alternatif Penyelesaian Konflik Persebaya

- in Opini

PT. Mitra Muda Inti Berlian sendiri, dalam kevakuman liga, menggunakan nama Bonek FC kemudian diubah menjadi Surabaya United ketika berlaga di turnamen yang mereka ikuti, pasca diberikannya hak merek kepada PT. Persebaya Indonesia.

Bisa dikatakan, dengan adanya Surabaya United saat ini ada dua klub di Surabaya dengan nama, pemilik dan sejarah yang berbeda. Adanya lebih dari satu klub di Surabaya bukanlah hal yang baru dan tabu. Dahulu di era 80-90-an, selain Persebaya ada Niac Mitra (Mitra Surabaya) dan Asyabab Salim Group Surabaya yang ber-home base di Kota Pahlawan.

Dengan adanya dua klub berbeda tersebut apakah lalu konflik Persebaya usai? Secara hukum mungkin iya, tapi selama masih ada yang dirugikan konflik ini belum usai.

Masihkah ada yang dirugikan pada saat ini? Bisa dikatakan iya, karena hak Persebaya sebagai anggota federasi dan hak berkompetisi saat ini masih berada di Surabaya United. Selama hal itu masih terjadi, konflik tak akan usai dan haram hukumnya Bonek memberikan dukungan kepada Surabaya United karena klub kebanggaannya masih terdzolimi.

Untuk itu, penulis menawarkan alternatif penyelesaian terhadap konflik tersebut. Alternatifnya antara lain:

1. Hal yang paling rasional adalah membiarkan kedua klub berdiri.
2. Federasi mengakui kembali PT. Persebaya Indonesia sebagai pemilik dan pengelola klub Persebaya.
3. Karena tiga tahun tidak berkompetisi, Persebaya dihukum berlaga di Liga Nusantara.
4. Klub Surabaya United mendaftarkan diri sebagai klub baru kepada federasi dan berlaga di Liga Nusantara.

Dengan alternatif tersebut, tak ada lagi kubu yang dirugikan. Kemudian biarkan kedua klub bersaing dengan segala daya upayanya. Saya yakin, ketika hal itu terjadi Surabaya United akan mendapatkan tempat di hati masyarakat Surabaya.

Bagaimana pendapat anda?

Baca Juga

Selalu Makan Korban, Mengapa Estafet Sulit Dihentikan?

BonekJabodetabek.com | Setiap away, seringkali ada korban dari