Arogansi Cholid Ghoromah

Arogansi Cholid Ghoromah

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Pada harian Jawa Pos edisi Senin (28/9/2015), Cholid Ghoromah, salah satu pemegang saham di PT Persebaya Indonesia, benar-benar arogan dengan pernyataannya.

Menurut Cholid, ranah suporter hanyalah di luar lapangan, bukan merangsek hingga mengurusi kepentingan manajemen.

Hakikat suporter memang men-support klub di tepi lapangan, namun apabila melihat tim yang dicintainya teraniaya dan bahkan hampir mati, apakah salah jika suporter ikut memikirkan nasib klubnya???

Apalagi, selama ini apa yang telah manajemen lakukan?? Selain membawa kehancuran pada Persebaya.

Ingatlah, dalam genggaman manajemen kalian, Persebaya dikloning, sekarang menanggung utang yang besar kepada pemain dan ofisial, dan selama dua tahun sudah tidak berkompetisi lagi di kompetisi sepak bola nasional.

Apakah hal di atas adalah keberhasilan manajemen? Sehingga seorang Cholid bisa berkata dengan jemawa seperti itu.

Ingatlah hal ini Cholid, Bonek berjuang mengembalikan eksistensi Persebaya, bukan untuk mengembalikan orang-orang macam kalian mengelola lagi Persebaya. Sudah cukup Persebaya kami kalian hancurkan sampai seperti sekarang ini.

Kebijakan PSSI hanyalah salah satu faktor dan itu adalah eksternal, namun ketidakbecusan manajemen jugalah yang menjadikan Persebaya mati suri sampai dengan sekarang.

Ingatkah dengan statemen anda, pada saat Persebaya sedang berada di atas angin, anda tidak bertindak cepat dengan memanfaatkan momentum tersebut untuk mengakhiri dualisme, namun malah dengan sombongnya berkata, “Nanti biar mati sendiri”. Namun apa kenyataannya, klub yang kami cintai selama dua tahun ini tidak bisa berkompetisi.

Pada PT. Persebaya Indonesia seorang Cholid memang salah satu pemegang saham, namun apa arti selembar kertas, karena kenyataannya Persebaya adalah milik publik yang mencintainya. Apalah arti sebuah klub tanpa kehadiran suporter.

Bonek juga tak menginginkan adanya politik praktis lagi di Persebaya, sehingga jauhkan (Partai) Perindo, dan partai-partai lainnya dari Persebaya.

Sekarang langkah Persebaya sudah menemui titik terang, menyangkut pautkan lagi Persebaya dengan politik adalah hal yang menjijikkan.

Bonek bisa menggoyang PSSI, dan suatu saat Bonek juga bisa menggoyang manajemen dan kemudian menendang kalian semua keluar. Karena kami semua mencintai Persebaya tapi tidak dengan kalian.

Baca Juga

Bonek dalam Perspektif sebagai Konsumen

BonekJabodetabek.com | Azrul Ananda pernah menulis bagaimanapun seorang