BONEK Sebuah Anomali???

BONEK Sebuah Anomali???

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Pembekuan PSSI serta banned FIFA untuk Indonesia dan juga dihentikannya kompetisi, membuat banyak orang beropini bahwa sepakbola Indonesia telah mati. Pengamat, mantan pemain, pemain dan banyak lainnya mengatakan dengan dihentikannya kompetisi membuat perekonomian dan penghidupan orang-orang yang bergantung pada sepakbola juga ikut terhenti. Suporter mulai berteriak rindu tribun meskipun kompetisi baru berhenti hanya beberapa bulan.

Tentunya orang-orang tersebut harus banyak belajar pada Bonek. Persebaya telah “dibekukan” sekitar dua tahun. Selama itu pula Bonek telah puasa tribun, dan selama itu pula para pedagang yang menggantungkan hidupnya pada Persebaya dan sepakbola juga tak bisa meraup pundi rupiah sebagaimana ketika Persebaya masih bertanding.

Namun terdengarkah keluhan dari orang-orang yang menggantungkan diri pada Persebaya dan sepakbola tersebut? Ternyata kehidupan masih terus berjalan kawan. Mungkin saja mereka lupa, sebagai orang yang beragama harusnya paham bahwa rejeki sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana doa dan ikhtiar dilakukan.

Tidak adanya sepakbola di Surabaya, tak lantas mematikan eksistensi Bonek sebagai pendukung Persebaya. Bonek masih terus melawan arogansi PSSI. Bonek masih terus mengorganisir diri dengan mengadakan kegiatan-kegiatan seperti Jambore, Peringatan Ultah Persebaya, Sholawat, Pembagian Takjil, dan sebagainya. Kerinduan akan tribun disalurkan kepada kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Lalu, bagaimana dengan aktivitas pedagang yang berhubungan dengan Persebaya? Di depan stadion G10N Tambaksari, pedagang masih menjajakan dagangan yang berhubungan dengan Persebaya seperti kaos, syal, dan lainnya. Di dunia maya, semakin marak clothing dan brand yang menawarkan produk-produk yang berhubungan dengan Persebaya dan Bonek. Bahkan untuk merek sekelas Mitre sampai sekarang masih menjual jersey Persebaya. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan Persebaya tetap hidup.

Jika bisa saya simpulkan, Bonek adalah anomali dari opini yang berkembang setelah Pembekuan PSSI. Lalu mengapa bisa menjadi anomali? Karena kami yakin, Tuhan tidak tidur, dan suatu saat Persebaya akan bangkit kembali.
Jakarta, 8 Juli 2015

@andhi667

Tentang Penulis

Baca Juga

Selalu Makan Korban, Mengapa Estafet Sulit Dihentikan?

BonekJabodetabek.com | Setiap away, seringkali ada korban dari