Kami Dilahirkan untuk Sebuah Kebanggaan

Kami Dilahirkan untuk Sebuah Kebanggaan

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Begitu jauh dan sangatlah jauh jaraknya. Bogor-Surabaya, tak ayal bagaikan terbelah oleh samudera.

Jawa Barat memang mayoritas Sunda, namun di bagian minoritasnya masih tetap ada yang mencintai Persebaya. Ya, sang minoritas ini memang merupakan pendatang (perantauan) dari Jawa Timur. Tapi apa salahnya jika mereka mencintai Persebaya di tanah perantauan kendati jarak tempuh yang sangat jauh. Padahal, di Kota Bogor pun ada klub Persikabo yang menjadi kebanggaan warga Bogor. Tapi apa mau dikata kebanggaan tetaplah kebanggaan, kultur yang harus dijaga dan diturunkan kepada adik-adik atau penerus sejarah.

Di acara ulang tahun Bonek Bogor kali ini sungguh sangat istimewa, dari pandangan saya, Bonek di perantauan kebanyakan anak muda yang berumur 17 tahunan. Kali ini sangatlah berbeda, acara yang digelar pada 26 Maret 2016 itu dilaksanakan di tengah-tengah warga dan bertempat di balai desa. Acara yang istimewa itu tak lupa dihadiri oleh suporter lain di antaranya Viking Cilebut, Kabo Mania dan Pasoepati.

Bonek Bogor yang menjadi tuan rumah tak lupa mengundang saudara-saudara Bonek yang berada di perantauan lainnya seperti Bonek Karawang, Bonek Bekasi, Bonek Tangerang dan Bonek Jabodetabek. Acara yang sangat elegan dengan rasa seduluran pun cair bagaikan kutub es yang terpapar panasnya cahaya matahari.

Acara Bonek yang kali ini sungguh sangat bebeda, bukan hanya kaum muda dengan semangat dan emosionalnya tapi adik-adik di bawah umur yang menjadikan acara sangat meriah, mewah dan wah. Dari situlah pikiran saya tertuju, di kala Bonek yang berisikan pemuda-pemuda dengan emosional yang tinggi, di Bogor malah sebaliknya.

Di situ saya menjumpai adik-adik yang begitu semangat, bangga, serta gembira menyanyikan lagu untuk kebanggaan Persebaya, sudah serasa di tribun.

Dari sinilah harapan saya agar ke depannya “Singing Rasism” dihilangkan. Bukan apa-apa, hanya saja ingin menanamkan kedamaian sejak dini, sekaligus mengajarkan bagaimana cara berkreativitas untuk sebuah kebanggaan, entah dalam bentuk tulisan, gambar, atau lagu (chant).

Karena sejatinya merekalah penerus sejarah, penerus suara dan penerus semangat kultur bonekisme. Bukan untuk saling bunuh dan saling tuduh.

Dan selamat ulang tahun buat Bonek Bogor, semoga sehat selalu buat semuanya, tetap loyal, total, kreatif, dan semangat untuk persebaya.

#6tahunBonekBogor

Baca Juga

Manisnya Janji dari Lidah Tak Bertulang

BonekJabodetabek.com | Manis itu adalah tebu, yang bisa