Seberapa Serius Manajemen Persebaya Ingin Setop Budaya Estafet? (1)

Seberapa Serius Manajemen Persebaya Ingin Setop Budaya Estafet? (1)

- in Opini

Bagian 1: Hantu Rutinitas Laga Tandang

BonekJabodetabek.com | Reuni indah di Bandung menyisakan noda. Beragam insiden yang berdampak pada berbagai bentuk kerugian mulai harta benda hingga nyawa, banyak memantik komentar. Hanya satu hal yang dituding sebagai biang kerok: budaya estafet!

Sayangnya, rutinitas ‘perbacotan’ ini baru mencuat jika sudah ada insiden. Padahal, budaya estafet merupakan sebuah pola berulang di setiap laga tandang, yang mestinya bisa diantisipasi, atau setidaknya diminimalisir dampak negatifnya.

Pada akhirnya, mereka yang kerap disebut sebagai ‘pejuang estafet’ tetap dijadikan kambing hitam. Tidak ada yang melihat persoalan secara lebih mendalam. Tidak ada yang menelusuri bagaimana budaya estafet bisa begitu langgeng melintasi zaman.

Nyatanya memang, siapapun Ketua PSSI-nya, siapa saja Gubernur-nya, berapa kali pun ganti Walikota-nya, atau yang mana saja pengurus Persebaya-nya, estafet tetap membudaya. Belum ada yang pernah menyodorkan solusi, atau bahkan sekadar merasa perlu bertanggung jawab untuk menuntaskan persoalan ini.

Taruhlah para pengurus Persebaya dan pentolan (atau yang dianggap dituakan) di tubuh Bonek bersepakat bahwa budaya estafet harus dihentikan. Maka persepakatan itu hanya omong kosong jika tanpa dibarengi langkah konkret.

Tidak bisa kita hanya bicara: pokoknya jangan estafet, pokoknya estafet haram, pokoknya harus punya duit banyak buat dukung Persebaya, pokoknya pokoknya!

Lantas, mengapa manajemen Persebaya tidak segera duduk secara serius, membahas masalah ini dengan semua pihak terkait.

Misalnya, untuk membicarakan apa solusinya? Siapa yang sesungguhnya paling bertanggung jawab menghentikan budaya estafet? Bagaimana caranya? Butuh unsur stakeholder mana saja? Dari mana bisa mulai diantisipasi? Butuh berapa lama sampai budaya estafet benar-benar tinggal kenangan?

(Bersambung ke Bagian 2: Pengantar untuk Manajemen Persebaya)

Muhammad Choirul Anwar
(Pria yang mencintai Persebaya dengan sederhana)

Baca Juga

Yoyok Sukawi Seharusnya Malu pada Panser dan Snex

BonekJabodetabek.com – CEO PSIS Semarang, A.S Sukawijaya alias