Selalu Makan Korban, Mengapa Estafet Sulit Dihentikan?

Selalu Makan Korban, Mengapa Estafet Sulit Dihentikan?

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Setiap away, seringkali ada korban dari Bonek yang tentunya akan membuat sedih bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sudah banyak pula, tulisan yang membahas mengenai betapa bahayanya estafet dan juga potensi ‘penumpang gelap’ yang membuat Bonek makin tercoreng.

Namun mengapa hal ini sulit dihentikan?

Padahal berbagai komunitas telah mengadakan tret tet tet yang sebenarnya cukup terjangkau jika memang benar-benar niat untuk ikut.

Pada satu titik sekarang ini, saya berkeyakinan yang bisa menghentikan hanyalah kesadaran dari masing-masing individu yang tentu saja harus didukung dengan kesadaran kolektif dari Bonek.

Selama tidak ada kesadaran seperti ini, meskipun nantinya berbagai solusi ditawarkan, budaya seperti ini akan sulit untuk dihilangkan.

Lalu bagaimana caranya agar kesadaran individu dan kolektif ini bisa terbentuk dan terinternalisasi?

Terus lakukan edukasi, terus lakukan kampanye positif, terus pertahankan apa yang sudah baik seperti tret tet tet, dsb.

Akan butuh proses dan waktu, tak dapat langsung dicapai dalam waktu dekat, namun yakinlah pada filosofi “sopo sing nandur apik, bakal ngunduh apik.”

Baca Juga

Sepakbola Bahasa Universal, Bukan Rendahkan Martabat Perempuan

BonekJabodetabek.com – Sepakbola meskipun identik dengan laki-laki, namun