Seperti Bersuanya Matahari dan Bulan, Doa Bonek buat Persebaya

Seperti Bersuanya Matahari dan Bulan, Doa Bonek buat Persebaya

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Sebelumnya, Selamat Hari Raya Nyepi bagi yang merayakannya. Oh ya, pagi 9 Maret (2016) tadi adalah hari yang istimewa bagi masyarakat Indonesia, khususnya para fotografer yang mencari fenomena alam yang langka. Ya, sebagian belahan Indonesia bisa menikmati dan merasakan gerhana matahari total. Dan tak lupa juga saya ucapkan selamat ulang tahun dulu kepada “penunggu” mess Jalan Karang Gayam No 1 Surabaya, Om Jonerly Simanjuntak alias Cak Joner.

Kali ini rencana Tuhan begitu indah, bertepatan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan fenomena gerhana matahari, kumandang takbir dan sholat (gerhana) berdengungan di berbagai sudut kota, tak lupa Jakarta yang biasa maaaaaacetnya minta ampun pagi ini sepi lengang. Looooooooosssss jalane.

Iringan doa yang dipanjatkan di saat gerhana matahari mulai. Seperti pada umumnya umat Muslim yang menjalankan sholat gerhana pada setiap datangnya gerhana matahari atau bulan. Umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi juga berdoa diberi keselamatan baginya dan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Inboneksia.

Fenomena alam gerhana hampir mirip dengan hubungan LDR (Long Distance Relationship) jika orang yang berpacaran, yaaa seperti nasib saya (penulis) yang menjalani LDR alias pacaran jarak jauh :-D, sedih memang rasanya karena memendam rindu. (penulis lagi curcol nih ceritanya hehheee…)

Tapi itu tidak berselang lama kok bagi kita, mungkin bagi matahari dan bulan hanya sekejap karena hanya beberapa menit saja mereka dipertemukan. Tak ubahnya seperti saya, setelah lama jauh hanya bertemu beberapa hari saja, itu pun masih berasa kurang. Bayangkan kalau kalian dan pasangan kalian adalah matahari dan bulan. :'(

Begitu juga dengan kita (Bonek), yang begitu lama tidak dipertemukan dengan tim kebanggaan kita Persebaya Surabaya (1927), sudah sekitar 5 tahun kita tidak berjumpa dan melihat pertandingan yang kita tunggu-tunggu. Ya, meskipun beberapa bulan terakhir ini sering ada pertandingan uji coba atau laga persahabatan.

Mungkin bagi sebagian kami (Bonek) pertandingan itu hanyalah sirkus hiburan semata, meskipun rindu ini terobati, tapi tetap saja laga seperti itu bukanlah yang kami tunggu. Namun lebih dari itu, kami hanya menunggu kapan Persebaya bisa bangun lagi??! Berdiri tegak di atas papan skor stadion. Dan disoraki puluhan ribu, bahkan jutaan penonton yang menanti kemenangannya. Tapi apalah daya kita hanya di belakang garis, di sebelah rerumputan lapangan. Semua itu tak lepas dari manajemen yang telah membuat Persebaya hancur dan terpuruk hingga seperti menjadi zombie (hidup enggan mati pun tak mau).

Utang, utang dan utanglah yang menjadi kunci masalahnya. “Hai manejemen di mana batang hidungmu? Jangan sembunyi di sela-sela p**tatmu, bereskan aibmu ini.!! Dasar a**ing bedebah, apa perlu kamu dimakan gerhana.??!!” 😀

Mungkin di benak pembaca, “Penulis ini gila. Padahal federasi lagi dibekukan”. Justru itu, inilah saatnya kita menekan tegas tugas manajemen untuk segera melunasi utang gaji para pemain. Dan memberikan haknya kepada orang lain yang bisa mengurus Persebaya tanpa sedikit pun kekurangan. Meski kalah atau pun menang, asal jangan kau bebani dengan utang.

Dan dengan munculnya fenomena gerhana ini dan dipertemukannya matahari dengan bulan, kelak setelah itu kita dipertemukan kembali dengan Persebaya Surabaya yang asli since 1927 dan bisa berada di papan skor setiap stadion. Amiiin…

#PemainKe12.
#RinduKejayaan

Tentang Penulis

Baca Juga

Manisnya Janji dari Lidah Tak Bertulang

BonekJabodetabek.com | Manis itu adalah tebu, yang bisa