Solusi Anda: Semua Bisa Jadi Bisnis

Solusi Anda: Semua Bisa Jadi Bisnis

- in Opini

BonekJabodetabek.com | Profesionalisme manajemen Persebaya tak perlu dipertanyakan. Manajemen bahkan terlalu profesional sehingga melupakan aspek sosial budaya, bahkan sejarah panjang di perjalanan tim.

Nomor 19 yang harusnya sudah dipensiunkan, justru dipakai untuk bahan jualan. Ya, saking profesionalnya manajemen ini sehingga semua bisa jadi duit.

Terlepas dari berapa nilai kontrak dengan perusahaan asuransi itu, memakai jersey bernomor 19 adalah tindakan keblinger. Apalagi, perusahan asuransi itu sudah dideklarasikan sebagai official partner.

Lha wong Zoro saja yang sekarang sebagai official maskot sejak awal sadar tak memakai nomor 19, sehingga memilih nomor 12. Padahal kalau dari aspek estetika, mustinya Zoro bernomor 19, karena berpasangan dengan Jojo yang bernomor 27.

Tapi melebihi estetika, ada etika yang lebih luhur untuk dihormati bersama. Manajemen Persebaya barangkali terlalu profesional sehingga tak mengenal etika ini. Ya, bisa saja ‘penjualan’ nomor 19 ini tak sengaja. Manusia bisa saja lupa, dan itu sudah cukup sebenarnya untuk dijadikan alasan.

Namun lagi-lagi sebuah khilaf tidak membuat manajemen instrospeksi. Bukannya memberikan penjelasan dan klarifikasi, manajemen justru mencari tameng sebagai alasan untuk pembenaran.

“Nomor istimewa di Persembahan istimewa Persebaya untuk para suporternya. Persebaya bersama Reliance juga mempersembahkan bingkisan istimewa kepada keluarga almarhum Eri Irianto. Berupa asuransi kesehatan untuk ibunda almarhum Eri Irianto yang akan diserahkan besok.”

Sebuah pledoi yang menjijikkan, sebab manajemen Persebaya justru menjadikan keluarga almarhum Eri Irianto sebagai tameng. Belum lagi, Bonek juga diiming-imingi asuransi yang entah berapa nominalnya, namun sudah terang cakupannya begitu terbatas: Se-Kecamatan Benowo!

Jika memang berniat baik, seharusnya sudah sejak awal keluarga almarhum Eri Irianto dilibatkan. Bukan sebaliknya, memanfaatkan nama besar keluarga almarhum Eri Irianto untuk menanggung kesalahan yang dibuat manajemen Persebaya itu sendiri.

JasMerah!

Baca Juga

Yoyok Sukawi Seharusnya Malu pada Panser dan Snex

BonekJabodetabek.com – CEO PSIS Semarang, A.S Sukawijaya alias